Sebuah Kehilangan yang Mendalam di Awal Tahun 2026
Hari ini, Minggu, 18 Januari 2026, suasana di rumah terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Matahari pagi yang menembus jendela ruang tamu tidak lagi disambut dengan dengkuran halus atau gesekan bulu hangat di kaki saya.
Tommy, kehilangan kucing kesayangan yang telah menjadi bagian integral dari hidup saya selama hampir kurang lebih 4 tahun, telah menghembuskan napas terakhirnya tepatnya tadi pagi pukul 08:30 WIB.
Kehilangan ini bukan sekadar kehilangan seekor hewan peliharaan; ini adalah perpisahan dengan seorang sahabat setia yang selalu ada dalam suka maupun duka.
Kematian hewan peliharaan sering kali dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, namun bagi pemiliknya, duka yang dirasakan bisa setara dengan kehilangan anggota keluarga manusia.
Artikel ini ditulis bukan hanya sebagai bentuk kesedihan dan penghormatan terakhir untuk Tommy, tetapi juga sebagai refleksi atas betapa besarnya dampak kehadiran seekor kucing dalam membentuk kesehatan mental dan kesejahteraan emosional kita sehari-hari.
Kisah Awal Perjalanan Bersama Tommy
Mengenang kembali momen pertama kali Tommy datang ke rumah membawa rasa haru yang mendalam bercampur bingung karena kepikiran kalo ditinggal berhari-hari dirumah itu bagaimana?.
Tommy adalah seekor kucing domestik dengan corak bulu kombinasi hitam dan putih dengan ciri khas dimukanya seperti memakai topeng batman. Saat itu, ia hanyalah seekor kucing yang sudah dewasa hasil dari adopsi anaku dari temannya karena sudah tidak terurus.
Keputusannya untuk mengadopsi Tommy adalah salah satu keputusan yang mungkin tak pernah terpikirkan bagaimana mengurusnya dan merawatnya agar kesehatannya terjamin, sementara anaku juga sibuk kuliah.
Namun karena dia pikir mungkin ada eyangnya yang juga memelihara kucing dan burung, jadi anaku pikir ahh kan ada eyang kakung yang ngurus. Tommy termasuk kucing yang kurang agresif, kadang lebih banyak tidur daripada bermain-main, paling ya kalo ada anak saya lagi dirumah aja Tommy dibercandain.
Tommy sering dikandang, karena sering sekali dia Pup sembarangan dan itu membuat jengkel eyangnya, makanya sering dikandangin dan selalu ngereog kalo ada orang untuk minta dikeluarin.
Suatu hari tiba-tiba saya dikabari istri, katanya Tommy menerkam burung peliharaan eyang yang padahan berada dikandang dan yang bikin kaget burung itu dibeli dengan harga yang cukup mahal ukuran kami.
Karena mungkin eyangnya kesal dan anak saya juga tidak pernah merawatnya, akhirnya suruh dibawa tu si Tommy ke depok. Istri saya sih seneng.. kalo saya mohon maaf kurang begitu suka lagi pelihara-pelihar hewan. Namun pada khirnya dibawalah Tommy ke depok.
Sejak hari pertama, Tommy menunjukkan karakter yang seperti pernah saya lihat.. tiduran aja kayak orang mager gitu, saat itu dia tiduran di dapur dengan alas bantal sepatu, dan ternyata memang itu adalah kesukaan dia tidur beralaskan bantal sepatu.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu bulan berganti bulan hingga berganti tahun.. Sayapun akhirnya terbiasa bersama Tommy setiap hari, karena saya sendiri tidak lagi bekerja tetap. Malah kadang suka kepikiran kalo lagi ditinggal karena ada kerjaan diluar kota, sementara Istri saya juga kerja.
Kalo ditinggal tidak terlalu lama sih, misalnya 1-3 hari seperti menunjukan sikap kangen gitu, tapi kalo sampe ditinggal lebih dari 3 hari kadang sikapnya cuek, acuh tak acuh, paling mendekat juga kalo mau minta makan aja.
Karakter Unik Tommy yang Tak Tergantikan
Tommy bukan sekadar kucing biasa. Ia memiliki beberapa kebiasaan unik yang selalu berhasil mencairkan suasana hati yang tegang:
- Menunggu di depan pintu, malah kadang kalo dia denger suara mobil suka melihat lewat jendela kaca dari kamar.
- Tidur dikamar saya, kadang dia yang minta atau kita yang manggil untuk tidur dikamar, tapi kamar tidak pernah ditutup karena kita antisipasi kalo-kalo dia mau bak, bab atu makan.
- Mendengkur sangat keras (purring) setiap kali ia merasa saya sedang sedih atau kelelahan, memberikan dukungan moral tanpa kata-kata.
- Keinginannya untuk selalu berada di atas meja kerja saya saat saya bekerja, malah sering kali tidur dikamar anaku yang kosong karena ikut eyangnya yang dekat dengan kampusnya.
- Tommy sering saya bebaskan main keluar rumah, dan Tommy ini dia kucingnya bersahabat baik dengan kucing liar yang berada dilingkungan komplek, dan juga sangat dekat dengan anak-anak tetangga yang suka main di Pos.
Masih banyak sih kenangan-kenangan manis selama bersamanya dan kenangan-kenangan kecil inilah yang membuat kepergiannya pada 18 Januari 2026 ini terasa begitu menyakitkan. Walaupun diwaktu yang sama dengan kepergiannya, waktu saya menulis blog ini, rasanya sangat beda dari biasanya, ruang-ruang kosong di rumah kini menjadi pengingat bisu akan ketidakhadirannya. Ya Allah Ya Rob, ampuni aku jika aku ada kebersalahan dalam menangani sakitnya Tommy.. Maafkan Ayah ya Tomm! 😥Â
Kronologi Minggu Kelabu: Kepergian yang Tenang
Beberapa minggu terakhir, mungkin ada sekitar 2 minggu kondisi kesehatan Tommy memang menunjukkan penurunan setelah saya tinggal kerja diluar kota selama 1 minggu, walapun mungkin ada Istri saya, namun Istri saya kan kalo siang tidak ada dirumah. Â
Sebagai kucing yang sudah memasuki usia senior, fungsi organ tubuhnya mungkin sudah mulai melemah. Jadi, setelah saya pulang dari luar kota itu, memang saya melihat Tommy tu lain dari biasanya, semakin keliatan murung dan pintu kebukapun dia malas untuk main keluar, hanya tidur dan makan saja.
Namun selang beberapa hari.. saya liat kok Tommy gak pernah nyamperin tempat makan atau meminta saya untuk makan, akhirnya saya yang membawa makanan dan disodorkan kepada dia begitu juga dengan minum tapi makan minumnya sedikit sekali sangat keliatan tidak bernafsu.
Bayangkan saja dia tidur di satu tempat selama 2 hari diatas meja kerja saya tanpa turun.. Jadi saya kayak lagi merawat orang sakit ngeransom makan dan minumnya walapun hanya sedikit.
Tiba-tiba turun dan langsung main keluar, tapi itupun rupanya hanya tiduran aja diteras.. tapi itu membuat saya agak sedikit lega karena saya pikir Tommy udah sehat, tapi makan masih belum seperti biasanya.Â
Kemudian dia tidur diatas Container Box dan ini lebih lama, mungkin ada sekitar 3/4 hari saya lupa.. Tapi tiba-tiba dia turun namun kaki belakangnya gak bisa menopang dia untuk berjalan, kadang terseok-seok, melehoy.. lalu jatuh dan jalannya dipaksakan dengan menggusur kaki belakangnya.
Dari sejak saat itulah besoknya, dia sudah tidak lagi bisa berjalan normal dan pada akhirnya sudah berdiam diri di stu tempat, pup disitu, pipis disitu.. mirip manusia yang sudah jompo gitu lah, tapi badan masih keliatan seger dan keinginannya untuk berjalan ada tapi tidak bisa karena mungkin kesakitan tapi itu tidak terlihat kesakitan ataupun mengeong kedakitan.
Mungkin ada sekitar 5 hari saya merawat dan mengurus Tommy yang sudah belepotan dengan air seninya saja, saya bahkan sudah tidak melihat lagi dia Pup. Ya Allah Ya Rob.. Sedih sangat rasaku, sampai saya bilang.. Tom, nanti hari senin ayah mau ada Meeting ada kerjaan, nanti selasa kita berobat ke dokter ya tom, nanti ayah panggil Kakak (Anaku) agar dia bisa ikut ke dokter mengantar Tommy.
Malam Sabtu Adalah Hari Terakhir Tidur Dikamar Saya 😥Â
Sabtu dini hari, sekitar pukul 04:00 WIB saya terbangun dan pintu agak kebuka sedikit, saya langsung berpikir itu Tommy karena memang sudah biasa kalo mau tidur dikamar dia masuk sendiri.
Ternyata dia sedang tidur di bawah kaki saya.. pulas sekali keliatannya.. saya biarkan dan tidak saya ganggu walapun saya berpikir udah pasti kasur sama selimut berbau pesing.. tiba-tiba dia kebangun saya liatin.. eeh Tommy.. langsung dia ingin mendekat, namun begitu sampe di bagian pinggang saya.. saya stop agar sampe disitu aja.. udah disitu aja Tom, tidurlah.. lalu dia tidur lagi dibagian pinggang saya dengan menyenderkan kepalanya ke pinggang saya. Â
Setelah keliatannya terlelap, lalu pelan-pelan saya beranjak untuk Sholat Shubuh. Setelah sholat shubuh sekitar pukul 05:30 WIB dia kebangun dengar suara gaduh Istri saya. Lalu istri saya kaget kok Tommy tidur dikamar.. padahal blepotan dengan air seninya, langsung istri saya angkat dan dipindahkan lagi ke tempat semula.Â
Sungguh miris saya melihat Tommy, diraut mukanya seperti terlihat kecewa karena dipindahkan oleh istri saya dan sejak saat itu, Tommy udah gak bisa bergerak samasekali walaupun hanya dengan ngesot. Sedih bercampur bingung.. kasian rasanya melihat Tommy sakit sampe sebegitu parah.
Sabtu sore, tommy masih terlihat seger walaupun sudah tidak bisa bergerak terlalu jauh dan masih mau menjilat makanan basah yang saya sodorkan. Akhirnya saya rencanakan hari minggu mau saya bawa kedokter.
Namun ternyata malam minggu setelah Isya, saya melihat Tommy sudah tidak merespon panggilan maupun colekan, tapi masih sesekali mengangkat kepalanya dan merebahkannya kembali. Sekitar pukul 21:30 WIB istri dan anak saya baru pulang dan seperti biasa anak saya selalu menyapa Tommy dan saat itu masih merespon anak saya, namun sudah tidak ada suaranya.. yang biasanya mengeong, hanya melihat anak saya dan istri saya.
Setelah itu, dia rebahkan lagi kepalanya dan sesekali saya lihat mukanya.. ternyata tidak tidur, matanya tetap terbuka.. semakin rasa sedih ini terus menerpa hatiku.. Tommy maafkan ayah.. itu selalu yang saya katakan dalam hati maupun terucap.
Habis mengerjakan sesuatu, saya langsung matikan lampu terang dan diganti dengan lampu redup, namun tiba-tiba dia mengeong karena dia sudah tau persis saya akan beranjak tidur.
Dalam pikir saya apa dia gak mau lampu terang dimatikan atau dia ingin ikut tidur bersama saya, saya tidak tau dan tetap saya matikan lampu terang.. diapun merebahkan kembali kepalanya, bukan untuk tidur.. mungkin sedang merasakan kesakitan yang luar biasa.. Ya Allah Ya Rob.. Maafkan saya jika ada kebersalahan dalam merawat hewan yang dicintai Rasulullah SAW ini.
HARI MINGGU KELABU 😥Â
Hari Minggu pagi sekitar pukul 07:30 WIB, saya melihat Tommy dan benar-benar sudah tidak ada pergerakan sama sekali namun matanya tetap terbuka, tapi masih ada nafas satu-satu dan terlihat dibagian mulut ada air liur yang menetes. Saya berpikir ini udah saatnya Tommy pergi barangkali.. 😥Â
Saya tetap berada di dekatnya yang sesekali dia meregang dan mendongakan kepalanya seperti ingin melihat saya, barangkali mungkin itu adalah proses Sakaratul Maut. Dalam kesedihan dan bercampur dengan rasa penyesalan karena tidak segera membawa Tommy ke Dokter, akhirnya saya pasrah dan tidak jadi membawanya ke dokter.
Saya terus duduk dihadapannya, tapi agak jauh dan saat saya lihat sepertinya sudah tidak ada pergerakan nafas dan begitu saya mendekat.. benar saja.. Tommy sudah pergi. Ya Allah Ya Rob, Inalillahi Wainaillaihi Roji’un, Ya Allah.. Tommy Maafkan Ayah Ya Sayang.. 😥Â
Selamat Jalan Sahabatku “Tommy”. Pukul 08:30 WIB saya kuburkan Tommy di samping Rumah di lahan kosong yang itu merupakan Fasum komplek perumahan. Sungguh teman-teman pecinta Kucing, ini benar-benar menghantam mental saya, ada rasa sedih berpisah dengan Tommy dan ada rasa bersalah yang diikuti dengan ras penyesalan.. Tommy Maafkan Ayah Ya Sayang.. 😥 ini yang selalu terucap didalam hatiku.
Hari kedua ini saya menyelesaikan tulisan ini di Kantor rekan kerja saya sambil menunggu Pemilik Perusahaan datang ke Kantornya untuk Meeting tentang Aplikasi Berbasis Web dan Android App untuk Perusahaan Travelnya.
Inilah yang saya ucapkan ke Tommy dan janji saya akan segera membawanya ke Dokter. Namun takdir berkata lain, Tommy sudah mengobati dirinya-sendiri melalui Takdir Allah SWT, Kulunafsin Daikotul Maut (Setiap Makhluk yang Bernyawa, Akan Merasakan Mati).
Selamat Jalan Tommy.. Maafkan Ayah Yah Sayang.. 😥Â
https://youtube.com/shorts/hOBIfpM-fMs
|
Baca Juga Ya Teman-teman, barangkali bermanfaat buat para pecinta Kucing : 5 Penyebab Utama Kucing Mogok Makan Cara Ampuh Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan Melihatnya pergi tanpa rasa sakit yang terlihat jelas memberikan sedikit kelegaan di tengah kesedihan. Ia pergi dengan martabat, meninggalkan warisan kasih sayang yang akan selalu saya simpan dalam ingatan. Prosesi penguburan kecil dilakukan di halaman belakang, tempat ia biasa mengejar kupu-kupu di sore hari. Makna Kehadiran Hewan Peliharaan dalam Perspektif PsikologisSecara profesional, hubungan antara manusia dan hewan peliharaan (human-animal bond) memiliki dasar ilmiah yang kuat. Kehadiran Tommy selama bertahun-tahun telah membantu menurunkan kadar stres dan kecemasan dalam hidup saya. Interaksi dengan kucing terbukti secara klinis dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin dan menurunkan kortisol. Mengapa Kehilangan Ini Terasa Begitu Berat?Ada beberapa alasan mengapa duka akibat kehilangan kucing seperti Tommy sangat mendalam: Rutinitas Harian: Hewan peliharaan terintegrasi dalam setiap jadwal kita, mulai dari bangun pagi hingga tidur di malam hari. Menghadapi hari-hari setelah 18 Januari 2026 tentu tidak akan mudah. Penting bagi siapa pun yang mengalami hal serupa untuk memahami bahwa berduka adalah proses yang valid. Tidak perlu merasa malu atau menyembunyikan kesedihan hanya karena yang pergi adalah seekor hewan. 1. Penerimaan Terhadap EmosiLangkah pertama adalah menerima bahwa rasa sedih, marah, atau bahkan rasa bersalah adalah hal yang normal. Saya merasakan kehilangan yang nyata, dan mengakui perasaan tersebut adalah awal dari penyembuhan. 2. Mencari DukunganBerbicara dengan sesama pemilik hewan peliharaan atau bergabung dengan komunitas pecinta kucing dapat membantu. Berbagi cerita tentang Tommy membantu saya merasa tidak sendirian dalam menghadapi kehampaan ini. 3. Menciptakan MemorialMembuat semacam kenangan fisik, seperti album foto atau menanam pohon di tempat peristirahatannya, adalah cara yang sehat untuk menghormati memori sang kucing. Cara Menghormati Kenangan Tommy ke DepannyaMeskipun Tommy telah tiada, semangat dan cinta yang ia bawa tidak akan pernah hilang. Untuk menghormati hidupnya, saya berencana untuk melakukan beberapa hal positif sebagai bentuk dedikasi untuknya: Melakukan donasi ke shelter kucing lokal atas nama Tommy untuk membantu kucing-kucing jalanan lainnya. Dengan melakukan hal-hal ini, saya merasa Tommy tetap memiliki pengaruh positif di dunia ini, meskipun raga fisiknya sudah tidak lagi bersama saya. Beristirahatlah dalam Damai, Sahabat TerbaikkuMinggu, 18 Januari 2026, akan selalu tercatat sebagai hari yang emosional. Namun, di balik air mata, ada rasa syukur yang luar biasa karena telah diberikan kesempatan untuk mengenal dan dicintai oleh seekor makhluk luar biasa bernama Tommy. Ia mengajarkan saya tentang kesetiaan, kesabaran, dan cara mencintai tanpa pamrih. Terima kasih, Tommy, untuk semua tahun yang penuh warna. Terima kasih telah menjadi teman setia di saat-saat tersulit saya. Rumah ini mungkin terasa lebih sepi tanpa suara meongmu, tetapi hatiku akan selalu penuh dengan kenangan tentangmu. Sampai kita bertemu lagi di jembatan pelangi. Bagi pembaca yang juga sedang berjuang dengan kehilangan serupa, ingatlah bahwa cinta yang kita berikan kepada hewan peliharaan kita tidak pernah sia-sia. Mereka mungkin hanya ada dalam sebagian hidup kita, tetapi bagi mereka, kita adalah seluruh hidup mereka. Selamat jalan, Tommy. |