Fenomena Kuliner Gohyong dan Potensi Bisnisnya
Dalam lanskap kuliner Indonesia yang dinamis, tren makanan viral sering kali datang silih berganti. Namun, fenomena Gohyong, khususnya varian yang dipopulerkan oleh pedagang kaki lima di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, telah membuktikan bahwa hidangan ini bukan sekadar tren sesaat.
Antrean panjang yang mengular setiap harinya menjadi bukti validasi pasar yang kuat terhadap cita rasa hidangan ini.
Secara historis, Gohyong atau Ngohiong adalah hidangan adaptasi dari kuliner Tionghoa-Indonesia yang menggunakan bubuk lima rempah (five-spice powder). Jika versi aslinya sering menggunakan daging non-halal, versi viral Cikini telah dimodifikasi menggunakan campuran daging ayam dan bakso sapi, serta dibalut dengan kulit dadar telur yang kemudian digoreng kering.
Kunci kenikmatannya terletak pada tekstur luar yang renyah, bagian dalam yang lembut dan berempah, serta siraman kuah cuko yang asam, manis, dan pedas.
Bagi para pelaku UMKM atau individu yang sedang mencari ide bisnis rumahan, Gohyong menawarkan peluang yang menjanjikan.
Bahan baku yang mudah didapat, proses produksi yang bisa dilakukan dalam skala rumahan, serta margin keuntungan yang menarik menjadikan menu ini layak untuk dijadikan komoditas bisnis. Artikel ini akan mengupas tuntas resep rahasia, teknik pembuatan, hingga strategi bisnis Gohyong viral ala Cikini secara profesional.
Bahan-Bahan Utama dan Persiapan
Untuk menghasilkan Gohyong kualitas premium yang layak jual, pemilihan bahan baku adalah langkah krusial. Berikut adalah rincian bahan yang dibagi menjadi tiga komponen utama: Isian, Kulit, dan Kuah Cuko.
1. Bahan Isian Gohyong (Untuk ± 5-6 Gulung Panjang)
-
- Daging Ayam: 500 gram (Gunakan bagian paha agar lebih juicy, rebus lalu cincang kasar atau giling kasar).
- Bakso Sapi: 250 gram (Potong dadu kecil atau cincang kasar untuk tekstur).
- Telur Ayam: 2 butir.
- Bawang Putih: 5 siung (Haluskan).
- Bawang Merah: 8 siung (Iris tipis, bisa digoreng setengah matang untuk aroma lebih kuat).
- Daun Bawang: 3-4 batang (Iris halus).
- Tepung Tapioka: 100 gram (Sebagai pengikat).
- Tepung Terigu: 2 sendok makan.
- Bumbu Halus/Perasa:
- Bubuk Ngohiong (Five-Spice Powder): 1 sendok makan (Wajib ada, jangan di-skip).
- Garam: 1,5 sendok teh.
- Kaldu Bubuk/Penyedap: 1 sendok teh.
- Merica Bubuk: 1 sendok teh.
- Gula Pasir: 1 sendok teh.
- Air Es: 50-70 ml (Disesuaikan dengan kelembapan adonan).
2. Bahan Kulit Gohyong
Meskipun kulit lumpia atau kulit tahu bisa digunakan, Gohyong ala Cikini yang otentik menggunakan kulit dadar cair (mirip kulit risoles namun lebih tipis dan lentur).
-
- Tepung Terigu Protein Sedang: 200 gram.
- Tepung Tapioka: 3 sendok makan.
- Telur Ayam: 1 butir.
- Minyak Goreng: 2 sendok makan.
- Air: 500-600 ml (Konsistensi harus encer).
- Garam: ½ sendok teh.
3. Bahan Kuah Cuko Khas
Kuah adalah elemen penyeimbang rasa yang krusial.
-
- Air: 500 ml.
- Gula Merah (Gula Aren): 200 gram (Sisir halus).
- Asam Jawa: 30 gram (Larutkan dengan sedikit air panas).
- Bawang Putih: 4 siung (Haluskan).
- Cabai Rawit Hijau: 15-20 buah (Haluskan atau biarkan utuh sesuai selera pedas).
- Garam: Secukupnya.
Proses Pembuatan Langkah demi Langkah
Ikuti instruksi berikut secara berurutan untuk memastikan efisiensi waktu dan konsistensi rasa.
Langkah 1: Membuat Kulit
-
- Campurkan tepung terigu, tapioka, dan garam dalam wadah.
- Masukkan telur dan minyak goreng, lalu tuang air sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan whisk agar tidak bergerindil.
- Saring adonan untuk memastikan kehalusan tekstur.
- Panaskan wajan teflon anti lengket dengan api kecil. Tuang satu sendok sayur adonan, ratakan hingga tipis. Masak sebentar hingga pinggiran mengelupas (jangan sampai terlalu kering/coklat karena akan digoreng lagi nanti).
- Angkat dan sisihkan. Lakukan hingga adonan habis.
Langkah 2: Mengolah Isian
-
- Dalam wadah besar, masukkan daging ayam cincang dan bakso sapi.
- Tambahkan bawang putih halus, irisan bawang merah, dan daun bawang. Aduk rata.
- Masukkan telur, garam, lada, kaldu bubuk, gula, dan yang terpenting: bubuk ngohiong. Aduk hingga rata.
- Masukkan tepung tapioka dan terigu. Tuang air es sedikit demi sedikit sambil diaduk. Tekstur akhir harus padat namun lembab (tidak terlalu encer, tidak terlalu keras).
Langkah 3: Penggulungan dan Pengukusan
-
- Ambil selembar kulit dadar yang sudah dibuat.
- Letakkan adonan isian di bagian tengah memanjang.
- Gulung perlahan dan padatkan (mirip menggulung sushi atau dadar gulung). Rekatkan ujungnya dengan sedikit sisa adonan kulit mentah atau air tepung.
- Panaskan kukusan. Kukus gulungan Gohyong selama 20-25 menit hingga matang.
- Penting: Setelah matang, dinginkan Gohyong di suhu ruang. Pada tahap ini, Gohyong bisa dikemas sebagai frozen food atau lanjut digoreng.
Langkah 4: Teknik Penggorengan (Double Frying)
Untuk mendapatkan tekstur ala Cikini yang luarnya sangat garing namun dalamnya lembut:
-
- Potong-potong Gohyong yang sudah dingin serong melebar (ketebalan sekitar 2 cm).
- Panaskan minyak dalam jumlah banyak (deep fry).
- Goreng potongan Gohyong hingga berwarna coklat keemasan dan kering. Pastikan minyak benar-benar panas saat Gohyong dimasukkan agar tidak menyerap minyak berlebih.
- Angkat dan tiriskan.
Langkah 5: Membuat Kuah
-
- Rebus air dan gula merah hingga larut.
- Masukkan bawang putih halus dan air asam jawa.
- Tambahkan cabai rawit (tumbuk kasar untuk sensasi pedas yang menyebar).
- Masak hingga mendidih dan sedikit menyusut agar rasa lebih intens. Koreksi rasa (harus seimbang antara manis, asam, dan gurih). Saring jika ingin kuah yang bersih.
Strategi Bisnis dan Tips Pemasaran
Memiliki produk yang enak hanyalah separuh dari keberhasilan bisnis. Berikut adalah analisis bisnis dan tips agar usaha Gohyong Anda sukses di pasaran.
1. Analisis Keunggulan Produk (USP)
Gohyong memiliki Unique Selling Proposition yang kuat. Ia menggabungkan tekstur bakso goreng, pempek, dan lumpia dalam satu gigitan. Pastikan Anda menonjolkan penggunaan bahan segar dan racikan bumbu ngohiong yang pas sebagai nilai jual utama.
2. Fleksibilitas Model Bisnis: Matang vs Frozen
Salah satu keuntungan terbesar bisnis Gohyong adalah ketahanannya. Anda dapat menjalankan dua model bisnis sekaligus:
-
- Ready to Eat (Matang): Dijual melalui aplikasi pesan-antar online (Gofood/Grabfood/ShopeeFood) atau booth kaki lima.
- Frozen Food: Gohyong yang sudah dikukus dapat divakum dan dibekukan. Ini menjangkau pasar yang lebih luas (pengiriman luar kota) dan menjadi solusi stok makanan bagi ibu rumah tangga.
3. Strategi Harga (Costing)
Hitunglah HPP (Harga Pokok Penjualan) dengan teliti. Sertakan biaya bahan baku, gas, kemasan, dan tenaga kerja. Gohyong biasanya dijual per porsi. Jika satu porsi berisi 6-8 potong, pastikan margin keuntungan kotor Anda berada di kisaran 40-50% untuk menutupi biaya operasional.
4. Kemasan dan Branding
Jangan remehkan kekuatan visual. Gunakan kemasan food grade yang menarik.
-
- Untuk versi matang: Gunakan paper bowl atau food pail agar kuah tidak tumpah dan mudah dimakan.
- Untuk versi frozen: Gunakan plastik vakum (vacuum pack) dan sertakan stiker label yang memuat instruksi cara menggoreng.
5. Pemasaran Digital
Manfaatkan platform media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels. Buatlah konten video yang menampilkan:
-
- Proses penggorengan (suara desis minyak).
- Visual saat Gohyong dipotong (tekstur garing).
- Testimoni pelanggan saat menyiram kuah cuko.
Gunakan musik yang sedang tren dan hashtag relevan seperti #GohyongViral, #KulinerJakarta, atau #IdeJualan untuk meningkatkan jangkauan pemirsa organik.
Memulai bisnis Gohyong ala Cikini bukan hanya sekadar mengikuti tren, melainkan memanfaatkan peluang pasar yang sedang haus akan inovasi kuliner tradisional.
Dengan resep yang tepat, teknik memasak yang benar (terutama pada tahap pembuatan kulit dan penggorengan), serta strategi pemasaran yang efektif, bisnis rumahan ini memiliki potensi profitabilitas yang tinggi.
Kunci utamanya adalah konsistensi rasa dan kebersihan produk. Selamat mencoba dan semoga sukses membangun bisnis kuliner Anda!