Fenomena Kuliner Viral: Mengapa Gohyong Cikini Begitu Diminati?
Dalam beberapa waktu terakhir, media sosial seperti TikTok dan Instagram diramaikan oleh fenomena antrean panjang di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Bukan untuk membeli tiket konser, melainkan demi mencicipi seporsi makanan bernama Gohyong.
Kuliner yang satu ini sebenarnya bukanlah hidangan baru dalam khazanah gastronomi peranakan Indonesia-Tionghoa, namun inovasi rasa dan strategi pemasaran dari mulut ke mulut telah mengubahnya menjadi primadona street food modern.
Bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau siapa pun yang sedang mencari peluang bisnis kuliner, fenomena Gohyong Cikini adalah studi kasus yang menarik. Kombinasi antara tekstur kulit yang renyah, isian daging yang gurih dengan aroma rempah lima rasa (ngohiong), serta siraman kuah saus mentega atau cuko yang khas, menciptakan sensasi rasa yang membuat pelanggan rela mengantre berjam-jam.
Artikel ini akan membahas secara mendalam resep autentik Gohyong ala Cikini yang telah disesuaikan agar halal dan ekonomis, serta analisis bisnisnya sebagai ide usaha yang menjanjikan.
Mengenal Gohyong: Sejarah dan Adaptasi Lokal
Secara etimologi, Gohyong atau Ngohiong berasal dari bahasa Hokkian yang merujuk pada five-spice powder atau bubuk lima rempah. Bubuk ini merupakan campuran dari bunga lawang, cengkeh, kayu manis, andaliman (szechuan pepper), dan biji adas.
Dalam bentuk aslinya, hidangan ini sering menggunakan daging non-halal. Namun, adaptasi yang dilakukan oleh pedagang kaki lima di Cikini dan sekitarnya telah memodifikasi resep ini menggunakan campuran daging ayam dan bakso sapi, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim.
Keunikan Gohyong viral ini terletak pada teknik memasaknya. Berbeda dengan hekeng yang biasanya dikukus lalu digoreng sebentar, Gohyong jalanan ini digoreng dengan metode deep frying hingga kulit luarnya sangat garing, namun bagian dalamnya tetap lembut dan juicy.
Faktor inilah yang menjadi nilai jual utama (Unique Selling Point) yang bisa Anda tawarkan kepada calon pelanggan Anda nantinya.
Resep Lengkap Gohyong Ayam Cikini (Skala Usaha)
Untuk memulai usaha, konsistensi rasa adalah kunci. Berikut adalah resep yang telah dikurasi untuk menghasilkan cita rasa yang mendekati versi aslinya di Cikini, dengan takaran yang bisa disesuaikan untuk produksi massal.
Bahan A: Kulit Gohyong (Dadar)
Kulit adalah komponen krusial. Kulit yang baik tidak boleh terlalu tebal agar tidak keras, namun tidak boleh terlalu tipis agar tidak pecah saat digulung.
-
- 250 gram tepung terigu protein sedang (segitiga biru atau sejenisnya).
- 40 gram tepung tapioka (untuk memberikan tekstur kenyal).
- 1 butir telur ayam ukuran besar.
- 1/2 sendok teh garam.
- 600 ml air bersih.
- 30 ml minyak goreng (dicampur ke dalam adonan agar tidak lengket).
Bahan B: Isian (Adonan Daging)
Ini adalah jantung dari rasa Gohyong. Penggunaan bubuk ngohiong wajib hukumnya untuk mendapatkan aroma autentik.
-
- 500 gram daging ayam (bagian paha lebih disarankan karena lebih juicy), direbus lalu dicincang kasar atau digiling kasar.
- 250 gram bakso sapi, potong dadu kecil atau cincang kasar.
- 4 siung bawang putih, haluskan.
- 5 siung bawang merah, iris tipis atau haluskan.
- 2 batang daun bawang, iris halus.
- 2 butir telur ayam.
- 5 sdm tepung tapioka (sebagai pengikat).
- 1 sdm bubuk ngohiong (pastikan kualitas baik).
- 1 sdt lada bubuk.
- 1 sdt garam (sesuaikan selera).
- 1 sdt kaldu bubuk/penyedap rasa.
- 1 sdt gula pasir.
- Sedikit air (jika adonan terlalu padat).
Bahan C: Kuah Saus Gohyong
Gohyong Cikini identik dengan kuah yang menyerupai cuko pempek namun lebih ringan dan gurih.
-
- 500 ml air.
- 100 gram gula merah/gula jawa, sisir halus.
- 1 sdm kecap asin.
- 1 sdm saus tiram.
- 2 sdm air asam jawa (atau cuka makan secukupnya).
- 1/2 sdt garam.
- 1 sdt gula pasir.
- Bawang putih cincang halus (opsional, ditabur saat penyajian).
- Potongan cabai rawit hijau (untuk pelengkap).
Cara Membuat Gohyong: Langkah demi Langkah
Langkah 1: Membuat Kulit
Campurkan tepung terigu, tepung tapioka, dan garam dalam wadah besar. Masukkan telur dan tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan whisk agar tidak bergerindil. Terakhir, masukkan minyak goreng dan aduk rata. Saring adonan untuk memastikan kehalusan. Panaskan wajan anti lengket (teflon), tuang satu sendok sayur adonan, dan buat dadar tipis. Lakukan hingga adonan habis. Sisihkan.
Langkah 2: Mengolah Isian
Siapkan wadah besar. Masukkan ayam cincang (yang sudah direbus) dan bakso sapi cincang. Masukkan bawang putih, bawang merah, daun bawang, telur, dan semua bumbu (garam, lada, bubuk ngohiong, kaldu bubuk, gula). Aduk hingga rata. Terakhir, masukkan tepung tapioka secara bertahap sambil diaduk hingga adonan menyatu dan bisa dipadatkan. Jangan terlalu banyak tepung agar rasa daging tetap dominan.
Langkah 3: Penggulungan (Rolling)
Ambil selembar kulit dadar. Letakkan adonan isian di atasnya, bentuk memanjang seperti sosis. Gulung kulit dengan rapat dan padat. Rekatkan ujung kulit dengan sedikit sisa adonan basah atau air larutan tepung agar tidak terbuka saat digoreng.
Langkah 4: Penggorengan (Teknik Double Frying)
Potong-potong gulungan panjang tersebut secara miring setebal 2-3 cm. Panaskan minyak dalam jumlah banyak (metode deep fry). Masukkan potongan gohyong. Goreng dengan api sedang hingga kulit luar berubah menjadi cokelat keemasan dan krispi (golden brown). Pastikan bagian dalam matang sempurna. Angkat dan tiriskan.
Langkah 5: Membuat Kuah
Rebus air dan gula merah hingga larut. Masukkan kecap asin, saus tiram, garam, dan air asam jawa. Masak hingga mendidih dan koreksi rasa. Rasa harus seimbang antara manis, gurih, dan sedikit asam segar. Saring kuah agar bersih dari ampas gula merah.
Analisis Bisnis: Mengapa Gohyong Menguntungkan?
Membuka usaha Gohyong memiliki potensi profitabilitas yang tinggi dengan risiko yang relatif terukur. Berikut adalah analisis mengapa ide usaha ini layak Anda eksekusi:
1. Harga Pokok Penjualan (HPP) yang Terjangkau
Bahan baku utama Gohyong adalah tepung dan ayam. Dibandingkan dengan usaha berbasis daging sapi utuh, penggunaan daging ayam dan campuran tepung membuat HPP per porsi bisa ditekan. Anda bisa menjual satu porsi (isi 5-6 potong) dengan harga Rp 20.000 hingga Rp 25.000, dengan estimasi keuntungan kotor mencapai 40-50%.
2. Fleksibilitas Penjualan
Gohyong adalah produk yang fleksibel. Anda bisa menjualnya dalam dua format: Ready to Eat (matang) dan Frozen Food. Format Frozen Food memungkinkan Anda menjangkau pasar yang lebih luas di luar area lokasi jualan fisik Anda, serta meminimalisir kerugian akibat bahan sisa harian karena produk bisa disimpan di freezer.
3. Target Pasar yang Luas
Rasa gurih adalah favorit lidah masyarakat Indonesia. Gohyong bisa masuk ke segmen anak muda (sebagai jajanan viral), pekerja kantoran (sebagai camilan sore), hingga keluarga (sebagai lauk pendamping nasi).
Tips Sukses Menjalankan Usaha Gohyong
Agar usaha Anda dapat bertahan lama dan tidak hanya sekadar mengikuti tren musiman, perhatikan beberapa tips profesional berikut:
-
- Branding yang Kuat: Gunakan nama yang mudah diingat. Karena ‘Gohyong Cikini’ sudah menjadi kata kunci umum, buatlah variasi nama merek Anda sendiri namun tetap menyertakan kata ‘Gohyong’ agar mudah dicari di aplikasi pesan antar makanan.
- Kualitas Minyak Goreng: Jangan tergoda menggunakan minyak curah kualitas rendah. Gohyong sangat menyerap minyak. Minyak yang buruk akan meninggalkan aftertaste gatal di tenggorokan dan aroma tengik yang akan membuat pelanggan kabur.
- Saus adalah Kunci: Banyak pelanggan yang kembali bukan hanya karena kerenyahan gohyongnya, tapi karena ketagihan kuahnya. Jangan pelit bumbu pada kuah. Pastikan rasanya medok dan kaya rempah.
- Kemasan (Packaging): Jika menargetkan pasar menengah ke atas atau pengiriman online, gunakan kemasan food grade yang tahan minyak (seperti paper bowl) agar kuah tidak tumpah dan makanan tetap higienis.
Resep Gohyong Cikini bukan sekadar tren sesaat, melainkan adaptasi kuliner yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Dengan modal yang relatif terjangkau, teknik pembuatan yang tidak terlalu rumit, dan potensi pasar yang sangat besar, ini adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk memulai usaha kuliner ini.
Kunci keberhasilan terletak pada keberanian memulai, konsistensi rasa, dan inovasi dalam pelayanan. Selamat mencoba resep ini dan semoga bisnis kuliner Anda sukses besar!