Indonesia kaya akan warisan budaya, dan salah satu aspek yang paling menggoda adalah kekayaan kulinernya. Di tengah gempuran makanan modern dan impor, ada satu kategori kuliner yang tak lekang oleh waktu: Jajanan Pasar. Makanan ringan tradisional ini bukan sekadar pengganjal perut, melainkan cerminan sejarah, keragaman bahan lokal, dan keterampilan turun temurun.
Jajanan pasar, yang umumnya dijajakan di pasar tradisional atau pedagang kaki lima, sering kali identik dengan ‘kue basah’ atau makanan ringan dengan bahan dasar tepung beras, ketan, singkong, dan gula merah. Meskipun sederhana, cita rasa otentik dan teksturnya yang unik membuat mereka tetap dicari, bahkan oleh generasi milenial dan Gen Z. Artikel ini akan membawa Anda menjelajahi 10 jajanan pasar Nusantara yang legendaris, yang keberadaannya masih eksis dan dicintai hingga detik ini.
Mengapa Jajanan Pasar Tetap Relevan di Era Modern?
Eksistensi jajanan pasar di tengah laju modernisasi tidak terjadi tanpa alasan. Pertama, faktor nostalgia berperan besar. Bagi banyak orang dewasa, makanan ini mengingatkan mereka pada masa kecil dan kehangatan keluarga. Kedua, jajanan pasar menawarkan alternatif yang lebih sehat dan alami dibandingkan makanan olahan pabrikan, sering kali menggunakan pewarna alami dari daun suji atau kunyit.
Selain itu, jajanan pasar mencerminkan filosofi ‘zero waste’ dan pemanfaatan bahan baku lokal. Misalnya, singkong dan pisang, yang melimpah di berbagai daerah, diolah menjadi hidangan lezat dengan proses yang minim. Ini menjadikan kue tradisional Indonesia ini tidak hanya ekonomis tetapi juga berkelanjutan secara budaya. Mari kita telusuri satu per satu mutiara kuliner dari pasar-pasar Nusantara.
10 Jajanan Pasar Legendaris yang Wajib Anda Coba
1. Klepon
Klepon adalah ikon jajanan pasar yang hampir ditemukan di seluruh Indonesia, khususnya Jawa. Bentuknya berupa bola-bola kecil yang terbuat dari adonan tepung ketan, diwarnai hijau alami menggunakan air daun suji atau pandan. Keunikan Klepon terletak pada ‘kejutan’ di dalamnya: gula merah cair yang akan meledak di mulut saat digigit. Setelah direbus hingga matang, Klepon disajikan dengan taburan kelapa parut segar yang gurih. Kombinasi manis dari gula merah dan gurihnya kelapa membuat Klepon menjadi pembuka selera yang sempurna. Jajanan ini mengajarkan bahwa kesederhanaan bahan dapat menghasilkan cita rasa yang luar biasa.
2. Getuk
Berbicara tentang singkong, Getuk adalah rajanya. Kue tradisional asal Jawa Tengah ini membuktikan bagaimana umbi-umbian sederhana dapat diubah menjadi hidangan yang lezat dan mengenyangkan. Singkong dikukus, ditumbuk hingga halus, dan kemudian dicampur dengan gula. Ada dua jenis Getuk yang populer: Getuk Lindri, yang diwarnai cerah dan dicetak memanjang, dan Getuk biasa yang sering disajikan dengan taburan kelapa. Getuk tidak hanya memuaskan selera tetapi juga menawarkan tekstur kenyal yang khas. Popularitas Getuk menunjukkan adaptasi kuliner lokal yang memanfaatkan sumber daya alam dengan maksimal.
3. Onde-Onde
Meskipun memiliki akar yang konon berasal dari Tiongkok (seperti jian dui), Onde-Onde telah beradaptasi menjadi jajanan pasar Nusantara yang sangat khas. Bentuknya bulat sempurna, terbuat dari adonan tepung ketan yang dilapisi biji wijen di seluruh permukaannya. Bagian dalamnya diisi dengan pasta kacang hijau yang lembut dan manis. Onde-Onde digoreng hingga wijennya mengembang dan berwarna cokelat keemasan, menghasilkan tekstur luar yang renyah dan bagian dalam yang kenyal. Onde-Onde adalah simbol kemakmuran dan keberuntungan, sering disajikan dalam acara-acara penting, menjadikannya kue yang kaya akan makna filosofis.
4. Serabi (Surabi)
Serabi, atau sering juga disebut Surabi, adalah pancake tradisional Indonesia yang dimasak di atas wajan tanah liat kecil (tungku) yang dipanaskan menggunakan arang. Proses memasak inilah yang memberikan aroma khas yang sulit ditiru. Serabi memiliki tekstur luar yang krispi dan bagian tengah yang lembut. Secara tradisional, Serabi disajikan dengan kuah kinca (santan dan gula merah cair). Namun, seiring perkembangan zaman, varian topping modern seperti cokelat, keju, nangka, hingga Serabi asin dengan oncom (khusus Jawa Barat) menjadikan Serabi tetap relevan dan diminati oleh berbagai kalangan usia.
5. Nagasari
Nagasari adalah kue basah yang anggun dan sederhana. Bahan utamanya adalah tepung beras yang dimasak dengan santan hingga menjadi adonan kental, lalu diisi dengan irisan pisang raja atau pisang kepok di bagian tengah. Ciri khas Nagasari adalah cara penyajiannya yang dibungkus rapi menggunakan daun pisang, kemudian dikukus. Pembungkus daun pisang tidak hanya berfungsi sebagai wadah, tetapi juga memberikan aroma wangi yang khas saat Nagasari matang. Kue ini sering dijumpai dalam upacara adat dan hajatan karena kemudahannya disajikan dan rasanya yang universal disukai.
6. Lupis
Lupis adalah kue ketan yang populer di Jawa dan Sumatera. Ketan dimasak, dibungkus berbentuk segitiga atau lontong menggunakan daun pisang, kemudian dikukus hingga padat dan kenyal. Setelah matang, Lupis disajikan dengan dua komponen utama: taburan kelapa parut dan siraman gula merah cair (kinca) yang pekat. Kombinasi Lupis yang legit, gurihnya kelapa, dan manisnya gula merah adalah perpaduan cita rasa yang klasik dan tak tertandingi. Keberadaan Lupis menunjukkan keahlian masyarakat Nusantara dalam mengolah ketan menjadi hidangan penutup yang istimewa.
7. Kue Lapis
Kue Lapis adalah jajanan pasar yang paling fotogenik dengan lapisan warna-warni yang memukau. Dibuat dari tepung beras, sagu, santan, dan gula, ciri khas utama Kue Lapis adalah teksturnya yang kenyal dan proses pembuatannya yang berlapis-lapis. Setiap lapisan adonan harus dikukus sebentar sebelum lapisan berikutnya dituangkan, sebuah proses yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Warna cerah yang sering menggunakan pewarna alami seperti merah muda (dari sirup) atau hijau (dari pandan) membuatnya menjadi suguhan visual yang menarik dan sering menjadi primadona di kotak kue tradisional.
8. Lemper
Berbeda dari kue-kue manis lainnya, Lemper menawarkan rasa gurih yang khas. Lemper adalah ketan kukus yang dimasak dengan santan, kemudian diisi dengan isian ayam suwir yang dibumbui (sering menggunakan santan dan sedikit rempah seperti serai dan daun jeruk). Setelah diisi dan dibentuk lonjong, Lemper biasanya dibungkus lagi dengan daun pisang. Ada dua varian populer: Lemper kukus dan Lemper bakar. Lemper bakar, yang dibakar sebentar di atas bara api, menghasilkan aroma daun pisang hangus yang sangat menggugah selera. Ini adalah salah satu jajanan pasar yang paling mengenyangkan dan berfungsi sebagai makanan ringan yang sempurna.
9. Cenil
Cenil adalah salah satu jajanan pasar yang paling berwarna dan menyenangkan. Berbentuk potongan kecil dari adonan tepung kanji, Cenil direbus hingga kenyal, lalu disajikan dengan taburan kelapa parut dan disiram gula pasir atau gula merah cair. Teksturnya yang sangat kenyal dan warnanya yang mencolok (merah, hijau, kuning) membuatnya sangat populer, terutama di kalangan anak-anak. Cenil melambangkan kebahagiaan dan keceriaan pasar tradisional, dan meskipun sederhana, ia menawarkan pengalaman mengunyah yang unik.
10. Putu Bambu
Putu Bambu adalah jajanan yang unik karena cara pembuatannya yang khas, yaitu dikukus di dalam tabung bambu kecil. Adonan tepung beras atau tepung ketan diisi dengan gula merah sisir di bagian tengah, kemudian dikukus menggunakan uap panas yang keluar dari alat khusus. Suara siulan yang dihasilkan oleh uap air saat proses pengukusan adalah ‘musik’ yang identik dengan penjual Putu di malam hari. Putu Bambu disajikan hangat-hangat dengan taburan kelapa parut. Rasa manis legit dari gula merah yang meleleh dan aroma pandan yang kuat menjadikan Putu Bambu sebagai penutup daftar jajanan pasar yang tak boleh punah.
Melestarikan Warisan Rasa Nusantara
Kesepuluh jajanan pasar ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan kuliner Indonesia. Kehadiran mereka yang berkelanjutan di tengah persaingan kuliner modern membuktikan bahwa cita rasa autentik dan warisan budaya memiliki tempat abadi di hati masyarakat. Setiap gigitan jajanan pasar adalah perjalanan nostalgia, sebuah penghormatan terhadap bahan lokal dan kearifan tradisional.
Sebagai penikmat kuliner, tugas kita adalah terus mendukung pedagang kecil dan menjaga resep-resep kuno ini agar tidak hilang ditelan zaman. Mulailah petualangan kuliner Anda di pasar tradisional terdekat dan nikmati keajaiban sederhana yang ditawarkan oleh kue tradisional Nusantara. Dengan demikian, kita memastikan bahwa warisan rasa Indonesia akan terus eksis untuk dinikmati oleh generasi mendatang.